Dalamkeluarga biasanya banyak pekerjaan yang harus dilakukan, jadi salah satu bentuk sikap adil dalam rumah adalah dengan membagi pekerjaan rumah secara merata, jangan ada yang diberikan pekerjaan yang banyak sedangkan yang lain tidak mendapatkan tugas untuk dikerjakan. 4. Menyimpakan makanan kepada anggota keluarga yang belum makan Tenagakeperawatan secara fungsional mengelola pelayanan keperawatan termasuk perlengkapan, peralatan dan lingkungan.Disamping itu membimbing petugas kesehatan yang berpendidikan lebih rendah, bertanggung-jawab dalam hal administrasi keperawatan baik di masyarakat maupun di dalam institusi dalam mengelola pelayanan keperawatan untuk pasien, Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dari hubungan dengan orang lain. Berorganisasi adalah salah satu cara manusia memenuhi kebutuhannya, seperti dalam bekerja, kegiatan sosial, dan sebagainya. Menyatukan beberapa orang dalam satu visi tidaklah mudah. Diperlukan cara mengatasi konflik dalam organisasi AgamaIslam mengajarkan bahwa manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Allah (`abdullah) dan sebagai wakil Allah (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia Kemudian saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Manfaat bersikap adil saat membagi tugas kelompok adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Categories Tanya Jawab Post navigation 2 Bersikap adil Pelajar harus memiliki perilaku adil terhadap siapa pun yang berada dalam kehidupan. Adil bukan berarti sama. Adil adalah memberikan hak sesuai dengan haknya, dan memberikan kewajiban sesuai dengan kewajibannya. permasalahan kaumnya. Nabi Daud a.s. menjadi pemimpin yang di cintai Membagitugas dengan memperhatikan minat dan kompetensi setiap anggota sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik; Jawaban: E. Membagi tugas dengan memperhatikan minat dan kompetensi setiap anggota sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, sebagai seorang ketua kelompok kerja guru, MAKALAHKELOMPOK 8, MATA KULIAH : BERMAIN DAN MEDIA PERMAINAN ANAK USIA DINI. MAKALAH MANFAAT BERMAIN BAGI PERKEMBANGAN. MORAL DAN AGAMA ANAK USIA DINI. Mata Kuliah : BERMAIN DAN MEDIA PERMAINAN ANAK USIA DINI. Disusun oleh : 1. Anisa Siti Maryanti (1601409041) 2. PengertianEtika Bisnis. Pengertian etika bisnis adalah sebuah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, mencakup seluruh aspek yang berhubungan dengan individu, perusahaan serta masyarakat. Etika Bisnis di dalam sebuah perusahaan bisa membentuk nilai, norma dan juga perilaku karyawan serta pimpinan di dalam membangun hubungan yang adil, sehat dan BahwaAnda tidak harus senantiasa menjadi sangat baik. By Hanafi 22 11:35 PM. Anda tidak harus menjadi sangat baik! Bahkan profesor membuat beberapa kesalahan, dan itu semua adalah bagian dari menemukan pendekatan sendiri ditambah anak-anak anda. Luangkan waktu anda, chill out dan tahu bahwa anda bisa melatih. ASbbMn. Kita tidak bisa membantah bahwa sering kali terjadi permusuhan antara orang terdekatmu, baik itu antar kerabat, teman sepergaulan, atau bahkan tetangga ini biasanya terjadi karena mempermasalahkan keberadaan keadilan yang masih samar. Makanya, karena dampaknya bisa sangat buruk, sedikitnya ada lima alasan kamu harus bisa bersikap adil pada orang di sekitarmu. Seperti apa?1. Menghindari rasa iri dan dengki terhadap satu sama BrownTidak adanya keadilan biasanya menimbulkan rasa iri hati dan juga dengki, rasanya seperti ada pembatas yang membedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus menerus terjadi, bersikap adil sangat penting untuk diterapkan. Tujuannya sangat jelas, tentu demi mencegah terjadinya kesenjangan sosial yang berawal dari adanya ketidakadilan. 2. Tidak menimbulkan rasa sakit hati hanya karena memihak salah satu pihak MaganaBersikap adil sebenarnya tidak hanya sebatas memberikan segalanya secara merata, tapi juga mencegah timbulnya rasa sakit hati bagi orang yang merasa hidupnya penuh dengan ketidakadilan. Jangan hanya memihak salah satu pihak saja, menjalani kehidupan harus bisa meratakan orang lain tanpa pandang siapa dia. Baca Juga 5 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Kamu Kesulitan dalam Bersikap Tegas 3. Menciptakan ruang lingkup yang merata dan tidak saling Marshall Kita semua harus sadar bahwa keberadaan akan ketidakadilan bisa membawa dampak yang sangat buruk, bahkan saling membenci yang berkepanjangan. Bersikap adil memang tidak semudah yang kita bayangkan, namun patut untuk diperjuangkan. Kamu harus menciptakan ruang lingkup yang merata dan tidak saling membenci, apalagi sampai saling menyakiti satu sama lain. 4. Tidak membuatmu gelisah karena merasa pilih kasih pada orang tertentu HeftibaSetiap orang memang punya caranya masing-masing dalam menilai seseorang, sehingga apa yang menurutnya baik mungkin mendapat perlakuan lebih hingga terjadinya ketidakadilan bagi beberapa pihak. Pada akhirnya, bersikap adil bukan hanya semata-mata demi kebaikan orang lain, tapi juga diri kamu sendiri. Paling tidak, hal itu tidak membuatmu gelisah karena merasa pilih kasih pada orang tertentu saja. 5. Tidak adanya keadilan selalu memaksa seseorang untuk bertindak tidak sesuai dengan MasonKehidupan yang keras ini selalu kontras dalam membedakan orang baik dan orang jahat. Namun, setiap orang sebenarnya bisa menjadi orang baik, apalagi hidupnya penuh dengan rasa adil dan tidak merasa dibedakan. Makanya, kamu harus mulai membiasakan bersikap adil pada orang di sekitarmu. Tidak adanya keadilan selalu memaksa seseorang untuk bertindak tidak sesuai dengan semestinya, dan itu bisa sangat berakibat buruk yang tidak pernah kita inginkan. Itu dia deretan alasan kamu harus bisa bersikap adil pada orang di sekitarmu. Jangan memulai sesuatu yang bisa memicu permusuhan, rasa tidak adil bisa sangat mempengaruhi orang di sekitarmu. Baca Juga 5 Tanda Kamu Memperlakukan Diri Sendiri Secara Tidak Adil, Sadar Gak? IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Oleh Bambang Supiansyah, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BKD Bukan rahasia umum bahwa konflik adalah suatu yang desdruktif / merusak, karena itu sedapat mungkin konflik tersebut harus dihindari, namun fakta menunjukan bahwa dengan adanya konflik dapat memicu banyak kemajuan, inovasi dan kreatifitas, hal ini bila ditinjau dari segi positifnya konflik, tetapi kalau konflik tersebut ditinjau dari segi negatifnya, konflik itu akan memicu suatu kehancuran yang lambat laun akan mengakibatkan salah satu kelompok akan hancur. Dari sini timbul pertanyaan “bagaimana kita menyikapi konflik?”. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu kita harus mengenal terlebih dahulu apa definisi dari konflik. Menurut sebagian para ahli konflik adalah perilaku anggota organisasi yang di curahkan untuk beroposisi terhadap anggota lainnya, selain itu ada juga yang mengatakan konflik adalah pertentangan yang terjadi ketika kepentingan salah satu kelompok dihalang-halangi, atau disingkirkan oleh kepentingan kelompok lain. Dari dua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya konflik itu adalah adanya dua kelompok yang saling bertentangan baik secara terbuka maupun latent tertutup. Konflik itu kadang-kadang merupakan suatu yang sangat perlu dalam suatu organisasi, tapi konflik yang bagaimana? Tentu saja konflik yang dapat merangsang perubahan dalam organisasi dan dapat menolong organisasi untuk secara terus menerus belajar learning, namun tidak semua konflik akan menciptakan perubahan yang positif. Konflik yang mampu merangsang perubahan hanyalah konflik yang lazim disebut konflik fungsional. Disini seorang leader/manager/pemimpin dituntut agar berperan besar untuk membuat dan membawa kearah konflik yang fungsional bukan membawa kearah konflik yang desdruktif/merusak. Sumber Konflik yang fungsional akan merangsang organisasi menjadi kritis terhadap perubahan-perubahan yang selalu terjadi baik itu dari dalam intern maupun dari luar ekstern dan lebih inovatif serta kreatif, sedangkan konflik yang desdruktif merusak hanya akan merangsang organisasi menjadi kacau balau dan tidak kooporatif. Kalau kita lihat atau kita tinjau dari sudut pandang tradisional konflik itu hanya akan merusak sehingga harus dihindari bahkan sama halnya dengan irasionalitas, kekerasan dan kehancuran. Jika dalam suatu organisasi timbul suatu konflik, maka manajemenlah yang dapat memadamkan konflik, seorang leader/manager/pemimpin/dituntut bertindak baik secara administrasi maupun manajemen. Bagaimana seorang leader/manajer bertindak secara administrasi bisa dilihat dari caranya mengatur dan menjalankan penyelenggaraan apa yang dikehendaki suatu organisasi, sedangkan tindakan manajemen dapat dilihat dari bagaimana cara seorang pemimpin dalam mengendalikan, mengarahkan dan memanfaatkan segala faktor dan sumber daya, baik itu manusia, bahan, peralatan dan lain-lain, yang berdasarkan perencanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan atau mencapai suatu tujuan. Hal ini memang bukan tugas yang mudah, dari sini orang akan melihat bahkan dapat menilai peranan seorang pemimpin khususnya pemimpin hirarki yang berperan sebagai wasit atas pemutus pertentangan dalam organisasi secara efektif. Didalam melaksanakan tugasnya pemimpin yang satu dengan yang lainnya selalu ada perbedaan-perbedaan tertentu. Sikap dan tindak tanduk seorang pemimpin akan terlihat justru dalam caranya melakukan pekerjaan kepemimpinannya leadership seperti misalnya sewaktu dia memberi perintah kepada bawahannya, caranya menegur kesalahan-kesalahan bawahan, caranya memimpin rapat, cara berkomunikasinya, caranya menegakkan disiplin pada para bawahannya, cara merekomendasikan kegiatan yang sifatnya training kepada bawahan, dan sebagainya. Terkadang dalam merekomendasikan tugas kepada bawahan tidak sesuai dengan apa sebenarnya tugas pokok dan fungsi bawahan tersebut, sering kita lihat cara seorang pemimpin merekomendasikan suatu tugas pekerjaan, sesuaikah tugas yang diberikan kepada bawahan tersebut, karena jika rekomendasi tugas tersebut terjadi ketidaksesuaian tugas pokok dan fungsi si penerima tugas, hal inilah yang nantinya akan membuat suatu pekerjaan didalam suatu organisasi menjadi kebingungan akan wewenang kelompoknya. Hal seperti ini akan sangat mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin Leader dalam merubah perilaku pengikut atau bawahannya. Belum lagi pendapat atasan yang terkadang beranggapan bahwa staf/pegawai/bawahan itu adalah orang yang pasif, malas, tidak berambisi untuk maju, takut memikul tanggung jawab, baru bekerja setelah ada peringatan dari atasan, pendapat seperti ini sebaiknya ditinjau kembali oleh semua atasan atau pemimpin, karena ada satu pendapat para ahli managemen terutama managemen Sumber Daya Manusia ”Tidak ada satu orang staf pun yang bodoh, tetapi yang bodoh itu adalah manager pengelola SDM nya itu sendiri” , karena jika sumber daya manusia tersebut ditempatkan sesuai dengan kompetensinya atau keahliannya, maka akan terlihatlah kemampuan yang sebenarnya dari orang tersebut. Memang staf atau bawahan memiliki bermacam-macam karakteristik dan kompetensi. Pemimpin harus jeli dalam menilai para bawahan atau staf dalam organisasi, staf atau bawahan itu dalam melaksanakan pekerjaan yang di berikan oleh atasannya memiliki karakteristik seperti yang sering kita lihat dalam suatu organisasi, ada bawahan yang memiliki kemampuan tapi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, yang parah lagi ada bawahan yang tidak memiliki kemampuan bahkan dibarengi tidak memiliki kemauan untuk bekerja, ada yang tidak mampu namun juga dibarengi tidak ada kemauan untuk bekerja, tetapi ada juga karyawan itu yang mampu bahkan dibarengi adanya kemauan untuk bekerja. Kesemua itu tergantung pendekatan para pimpinan atau manager dalam mengelola sumber daya manusia yang tersedia. Bagaimana menghadapi karakteristik individu dalam organisasi? akan dibahas pada penulisan selanjutnya Dokumen BKD Kabupaten Kotawaringin Timur “salah satu jiwa kebersamaan yang tertanam pada organisasi” Kepemimpinan itu adalah seni dan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, dalam artian seorang pemimpin itu mampu menggunakan kekuasaan secara efektif dan bertanggung jawab, seorang pemimpin mampu memahami manusia, bahwa manusia itu mempunyai perbedaan, kekuatan motivasi dalam waktu yang berbeda dan situasi yang berbeda pula, pemimpin itu mampu menggali inspirasi bawahan, dan pemimpin itu mampu menciptakan dan mengembangkan iklim serta situasi yang kondusif agar bawahan mau memberikan kreativitas dan kemampuan terbaiknya. Menurut pendapat seorang ahli Louis “sumber yang dapat memicu konflik dalam organisasi adalah sebagai berikut Pertama “konlik terjadi karena saling ketergantungan”, dalam menjalankan tugasnya antara unit yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan, sehingga terjadi kompetisi dalam memperebutkan otonomi dan koordinasi. Masing-masing unit akan memperjuangkan otonomi yang lebih besar untuk kepentingan unitnya. Langkah ini akan berbenturan dengan langkah dan keinginan organisasi dalam melakukan koordinasi. Semakin tinggi tingkat koordinasi dalam memperjuangkan otonomi, maka semakin tinggi pula potensi konflik apakah itu antar individu, kelompok maupun antar unit-unit dalam organisasi. Kedua “sumber empuk pemicu konflik dalam organisasi lainnya adalah adanya perbedaan dalam menetapkan prioritas dan tujuan”, dimana masing-masing unit pada umumnya hanya memperjuangkan kepentingan dan tujuan dari unitnya masing-masing tanpa memperhatikan tujuan dari unit lain hal seperti ini hanya akan memicu konflik antar unit dalam organisasi menjadi subur. Ketiga Faktor-faktor birokrasi, terkadang ada kesalahan dalam mendesain birokrasi, kesalahan dalam desain birokrasi dan prosedur ini adalah sumber empuk konflik yang sangat potensial dalam organisasi. Keempat Ukuran kinerja yang tidak sesuai, hal ini masih berkaitan dengan faktor-faktor birokrasi, hanya saja ini menyangkut tatacara melakukan monitoring, evaluasi dan penghargaan yang berbeda antar unit satu dengan yang lainnya, yang pada akhirnya bisa menimbulkan kecemburuan social antar unit, dan pemicu konflik ideal. Kelima Memperebutkan sumber daya yang langka, hal ini sangat erat hubungannya dengan ketersediaan sarana-sarana pendukung yang langka sehingga setiap unit saling berebut pendukung yang langka sehingga setiap unit saling berebut untuk mendukung operasi unitnya masing-masing. Dari uraian di atas kita akan tahu apa yang menyebabkan konflik, dinamika dan peranannya dalam organisasi. Ada pertanyaan kita dapat, bagaimana kita mengendalikan, menguasai dan mengatasi konflik yang berperanan negatif maupun positif tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ada beberapa strategi dalam pengendalian konflik organisasi diantaranya dengan menerapkan strategi sebagai berikut Starategi pertama dengan cara Penghindaran advidance atau penarikan diri, strategi ini meliputi ketidak acuhan umum terhadap sebab-sebab dari konflik dengan membiarkan konflik berlangsung terus menerus pada tingkat bawah, kondisi-kondisi yang terkendali hanya pada bagian tertentu saja, bahkan bisa berupa sebaliknya konflik akan semakin memburuk. Metode yang digunakan diantaranya seolah-olah tidak memperhatikan adanya konflik, dengan cara pemisahan secara fisik dan mengadakan interaksi terbatas. Starategi kedua dengan cara Memecah dan menyebar diffusion, cara ini pemimpin dalam mengambil keputusan harus sedikit bersabar menunggu sampai konflik diantara dua kelompok menjadi berkurang emosionalnya. Strategi ketiga dengan cara Penyesuaian diri accommodation, dalam strategi ini paling tidak salah satu pihak yang terlibat konflik usahakan untuk menempatkan kepentingan pihak lain diatas kepentingan diri atau kelompoknya. Strategi keempat dengan cara mendesain kembali Birokrasi dan reorganisasi, strategi ini mengandalkan otoritas formal dan kepatuhan pada peraturan-peraturan organisasi yang berlaku, personal control pengendalian diri akan diganti dengan hukum birokratik, ada restruktur atau struktur organisasi harus dirancang kembali untuk mengurangi konflik. Strategi kelima dengan cara Perundingan, strategi ini biasanya erat dengan hubungannya dengan sumber-sumber yang ada, sehingga akan menimbulkan persaingan antar kelompok yang berkepentingan dengan hal tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka sumber harus ditingkatkan, atau tuntutan dari pihak-pihak yang bersaing harus diturunkan, dengan mengadakan perundingan-perundingan. Strategi keenam dengan Konfrontasi dan kolaborasi, strategi ini sumber konflik dicari, didiskusikan dan bisa ditemukan, dimana ditekankan sekali betapa pentingnya kebersamaan dari kelompok yang konflik. Dari uraian diatas tipe pemimpin yang bagaimana yang bisa mengendalikan konflik baik itu antar individu maupun antar unit/kelompok? untuk itu marilah kita telaah beberapa sifat kepemimpinan warisan tradisional yang perlu atau diperagakan oleh setiap pemimpin yang biasa disebut dengan istilah Hasthabrata. Pandangan ini bertitik tolak dengan sifat-sifat yang ada pada alam diantaranya adalah Pemimpin bisa menjadi Matahari Surya, dalam keseharian kita selalu menikmati sinar surya atau mentari yang bersifat panas, penuh dengan energy, matahari adalah sumber kehidupan. Tanpa matahari maka akan berakhirlah segala bentuk kehidupan, demikian juga dengan pemimpin hendaknya dapat memberi semangat kepada bawahan sehingga suasana menjadi hidup, enerjik dan penuh kreativitas dan dinamika. Seorang pemimpin hendaknya dapat menimbulkan kinerja pada orang yang dipimpinnya. Pemimpin dapat bersifat laksana Bulan Candra, yang mempunyai sifat indah, sejuk, menawan dan mampu menerangi kegelapan. Sebagai seorang pemimpin hendaknya dapat memberikan keteduhan dan ketentraman batin bagi anak buahnya, dapat memecahkan persoalan yang dihadapi bawahannya baik itu persoalan yang dihadapi bawahannya baik itu peroalan dinas maupun pribadi. Dengan demikian seorang pemimpin akan dikagumi oleh anak buahnya. Pemimpin dapat bersifat laksana Bintang kartika, yang merupakan petunjuk bagi mereka yang kehilangan arah, bintang bersifat sebagai pedoman bagi manusia yang memerlukannya. Begitu juga dengan pemimpin hendaknya tingkah laku dan perbuatannya patut diteladani, dapat dijadikan arah bagi tujuan individu, kelompok maupun organisasi. Pemimpin dapat bersifat laksana Angin Bayu, yang memiliki sifat merata, dan dapat mengisi setiap ruang yang kosong. Angin mampu menembus dan masuk kesegala tempat. Pemimpin hendaknya bersifat teliti, cermat dan dapat menyelami segala kehidupan anak buahnya. Pemimpin hendaknya mampu mengumpulkan data yang tepat dan akurat sehingga keputusan yang diambil lebih bijaksana. Pemimpin dapat bersifat laksana Awan Mega, yang memiliki sifat menakutkan. Tetapi apabila awan berubah menjadi hujan, maka akan memberikan kesegaran dan kehidupan, begitulah pemimpin hendaknya dapat bermanfaat bagi anak buahnya. Pemimpin dapat bersifat laksana Api Dahana, yang bersifat tegak dan tidak pandang bulu. Siapa yang mendekat akan hangus terbakar. Begitulah seorang pemimpin hendaknya memiliki suatu prinsip. Kata-kata dapat dipegang, konsekuen dan penuh tanggung jawab atas semua perbuatannya. Ia bersifat adil, tidak pilih kasih, siapa yang salah dihukum dan siapa yang berhasil diberi penghargaan. Artinya Pemimpin hendaknya bersifat tegas. Pemimpin dapat bersifat laksana Lautan Samudra, samudra itu bersifat luas, dapat memuat apa saja bahkan bisa untuk menampung segala benda. Seorang pemimpin hendaknya memiliki pandangan yang luas, sabar, artinya seorang pemimpin itu mampu menampung segala macam persoalan dan mampu mencari penyelesaian. Dan yang terakhir adalah bahwa Pemimpin dapat bersifat laksana Bumi Bantala, bumi bersifat kokoh dan sentosa, dia dapat menghancurkan segala macam barang yang tak berguna menjadi bermanfaat. Artinya Pemimpin hendaknya bersifat luhur dan sentosa budinya, jujur dan mampu memanfaatkan situasi dan kondisi. Demikian sifat-sifat pemimpin yang diharapkan bisa menanggulangi konflik yang ada pada organisasi yang dipimpinnya, mungkin dari tulisan tersebut diatas ada sedikit yang bisa menjadi masukan seorang pemimpin dalam memecahkan suatu masalah dalam kemelut kepemimpinan yang rumit dan yang menuntut tanggung jawab yang penuh untuk keberhasilan dalam mencapai tujuan individu, kelompok maupun organisasi yang telah ditetapkan. Untuk direnungkan, penulis disini menuliskan satu kalimat bijak, mungkin kata-kata bijak ini bisa untuk menjadi rambu-rambu untuk para pemimpin dalam membuat suatu keputusan dalam mencapai tujuan bersama dalam organisasi . Sumber Penulisan Manajemen SDM Salemba Empat 2006 Kepemimpinan UT 2002 Administrasi Kepegawaian UT 1996 Perilaku Organisasi UT 2002 Psikologi Sosial UT 2000 Saat mengerjakan tugas kelompok. Ibu guru membagi kelompok dengan adil. Dalam 1 kelompok terdapat siswa yang pandai, yang sedang dan yang tidak pandai. Perbedaan kemampuan siswa saat mengerjakan tugas kelompok tersebut, memiliki manfaat yaitu? Menumbuhkan kerjasama Menyulut pertengkaran Memunculkan perbedaan pendapat Semua jawaban benar Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah A. Menumbuhkan kerjasama. Dilansir dari Ensiklopedia, saat mengerjakan tugas kelompok. ibu guru membagi kelompok dengan adil. dalam 1 kelompok terdapat siswa yang pandai, yang sedang dan yang tidak pandai. perbedaan kemampuan siswa saat mengerjakan tugas kelompok tersebut, memiliki manfaat yaitu Menumbuhkan kerjasama. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Menumbuhkan kerjasama adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban B. Menyulut pertengkaran adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban C. Memunculkan perbedaan pendapat adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah A. Menumbuhkan kerjasama. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.